SARJANAKU NANTI UNTUK SIAPA?
Tiga tahun sudah berlalu aku menjadi mahasiswa, aku salah seorang penerima beasiswa bidik misi namun karena nilai anjlok aku dicoret tapi sayang tidak melalui prosedur administrasi yg ada adalah pengambilan keputusan sepihak tanpa ada surat dari pihak kampus.
Tapi bagi saya itulah nasib mahasiswa yang jarang masuk kampus,bagi sebagian mereka itu adalah suatu kebodohan, akan tetapi tujuan kita kuliah bukan hanya mengejar ijazah semata dan alasan mengapa saya jarang masuk kampus karena tidak menemukan titik kepuasan didalam ruang kelas,yang didapat hanya kejenuhan dan terasa adanya pembungkaman sikap idealisme bagi mahasiswa untuk berkembang mandiri dari segi intelektual.
Plus lagi adanya transaksi nilai, penjualan modul, buku tukar nilai, transaksi jasa pembuatan proposal/skripsi oleh oknum dosen kepada mahasiswa yang memang tidak mau atau tidak tahu membuat karya tulis ilmiah hasil pemikiran sendiri.
Ditambah lagi dengan kenaikan biaya ujian, kenaikan biaya pengabdian dikampus saya disebut KKLP (Kuliah Kerja Lapangan Pengabdian/Plus) yg tdk pro sebagian mahasiswa.
Memang saya sering bolos masuk kampus, akan tetapi saya pun bingung mengapa saya menjadi seperti ini, padahal smstr 1-4 rajin dan semangat masuk dalam ruang kampus beda dengan sekarang masuk semester 7 dan 8 waktu saya lebih banyak diluar ruang kampus, waktu
Merenungkan antara tuntutan dan tuntunan berupa desakan orang tua untuk menyelesaikan kuliah tepat waktu karena melihat kondisi pembiayaan uang kuliah yang sebagian masih bergantung tambahan dari org tua.
Dikampus saya ketika mau melawan kebijakan kampus, diancam dengan bebarapa hal Diberi nilai standar Eror atau Drop Out (DO).
Pertanyaan yang sering muncul sudah berapakah lulusan dari kampus yang saya tempati sekarang memberikan sumbangsi untuk negara dan daerah pada khususnya? BENARKAHkampus yang dari luar terlihat bersahaja dan bermartabat tapi didalamnya diselimuti oleh virus antek-antek kapitisme liberal.
bagaikan pencetak peningkatan angka pengangguran ?
Sarjanaku Nanti Untuk Siapa