Kamis, 23 Februari 2017

Tuhan Saja Maha Bijaksana, Lantas Manusia Kenapa Tidak

Tuhan Saja Maha Bijaksana, Lantas Manusia Kenapa Tidak?

Haruskah ada dusta diantara kita, berapa banyak orang yang tak bersalah menjadi korban akibat ulah tangan-tangan manusia yang tak bertanggungjawab adapula orang yang angkuh dan seakan berkuasa padahal tak punya kuasa untuk  bijak dan profesional atas amanah yang diemban.
Kadang orang baik dianggap pengkhianat dan penjahat, kadangpula orang jahat dianggap baik karena bujuan dan rayuan tipu daya mimpi-mimpi yang belum pasti.
Kemarahan itu bukan solusi untuk menyelesaikan sebuah persoalan, tapi kemauan dan kebijaksanaanlah yang akan menyelesaikan masalah dengan tindakan yang ibaringi dengan tampa pamrih.

Simpel sebenarnya untuk menjadi manusia yang bijak adalah dengan selalu berfikiran positif akan segala hal yang kita hadapi baik itu yang menurut kita salah maupun benar, sebab dari pikiran positiflah akan menjadikan kita menjadi orang sangat bijaksana.
#Goresan_Ku
#STO
Tuhan Saja Maha Bijaksana, Lantas Manusia Kenapa Tidak

Rabu, 22 Februari 2017

Tiga Motif Ber-HMI

Seandainya David McClelland, psikolog sosial asal Amerika, diundang ke Ciputat untuk men-screening calon-calon peserta LK-1 dan menanyakan pertanyaan ini: “Apa motivasi Anda masuk HMI?”
Jawaban calon-calon peserta pasti tidak sama satu sama lain. McClelland akan menimbang jawaban-jawaban itu dan memasukannya ke dalam “kotak-kotak” yang telah ia sediakan. Jika calon peserta LK-1 menjawab: “Saya ingin memperbanyak teman dan memperluas pergaulan,” maka McClelland akan menggolongkannya sebagai “rendah dalam need for achievement, tinggi dalamneed for affiliation“.
Need for achievement adalah kebutuhan untuk berprestasi, sedangkan need for affiliationadalah kebutuhan untuk berhubungan sosial.
Sedangkan calon peserta yang mengatakan: “Saya ingin seperti Jusuf Kalla,” atau “Saya ingin memiliki jaringan yang luas agar mudah dalam mencari pekerjaan nanti”, atau: “Saya ingin menjadi ketua cabang”, maka McClelland akan menyebutnya sebagai “rendah dalam need for achievement, tinggi dalam need for power“.
Need for power adalah kebutuhan untuk berkuasa.
Dan jawaban semacam ini: “Saya ingin mengaktualisasikan segala potensi yang ada pada diri saya lewat aktivitas dan sarana-sarana yang ada di HMI”, mungkin akan menghasilkan ucapan selamat dari McClelland dan ia akan menepuk-nepuk pundak sang calon peserta karena jawaban tersebut menunjukkan need for achievement yang tinggi.
Anda mungkin akan bertanya, kenapa need for achievementselalu disebut dalam kesimpulan McClelland?
Need for achievement (biasa disingkat n-ach) adalah ibarat anak kandung yang lama diidam-idamkan McClelland, sedangkan dua need yang lain sebagai anak pungut yang tak sengaja ditemukan McClelland ketika menyimpulkan hasil penelitiannya. Jadi wajar kalau n-ach menjadi anak paling disayang dan paling sering disebut. Awalnya McClelland melakukan penelitian dengan tujuan untuk mencari tahu faktor apa yang menimbulkan semangatenterpreneurship (wirausaha) pada para pekerja di berbagai bangsa di Eropa, Amerika, dan Asia. Jawabannya adalahneed for achievement, anak kandungnya itu.
Teori tiga kebutuhan dari McClelland ini kemudian berkembang menjadi teori motivasi yang sangat terkenal dengan sebutan achievement motivation theory (teori motivasi berprestasi). Pemakaian teori kebutuhan untuk menerangkan motivasi kiranya tidak susah dipahami. Kebutuhan adalah suatu perasaan kekurangan atau keadaan tidak seimbang. Keadaan tersebut menggerakkan orang untuk bertindak menutupi kekurangan itu agar keadaan dirinya kembali seimbang. Hal “menggerakkan untuk bertindak” itulah yang disebut motivasi. Kita butuh makan, maka kita bertindak mencari makan. Motif yang menggerakkan kita mencari makan berasal dari kebutuhan kita akan makan. Jadi kebutuhan menimbulkan motivasi, dan teori kebutuhan menjadi teori motivasi.
Dengan demikian, tiga kebutuhan di atas bisa disebut juga tiga motivasi atau motif.
Motif Berprestasi
Max Havelaar, asisten residen Lebak abad ke-19 dalam novel karangan Multatuli, pernah mengungkapkan sebuah pesan yang amat indah saat berpidato di hadapan para kepala-negeri di wilayah itu. Katanya: “Sebab kita bersuka cita bukan karena memotong padi; kita bersuka cita karena memotong padi yang kita tanam. Dan jiwa manusia bukan tumbuh karena upah, tetapi karena kerja yang membikin ia berhak menerima upah.”
Tepat sekali. Seorang mahasiswa bisa saja bergembira atas hasil ujiannya yang tinggi. Tetapi jika dalam ujian dia nyontek, kegembiraannya pasti terganggu oleh sebutir kerikil yang terselip dalam benaknya. Kita senang dikasih uang oleh orang tua, tetapi kita akan bangga jika uang itu diperoleh dari usaha kita sendiri.
Motif berprestasi menunjukkan kecenderungan yang lebih besar pada proses dibanding hasil. Prinsipnya: kerja dulu, baru upah. Orang yang tinggi dalam motif berprestasi senang mendapat imbalan, tetapi imbalan yang diperoleh dari usaha, bukan yang didapat secara tiba-tiba. Ia juga menyukai tantangan, namun bukan tantangan yang tidak mungkin ditaklukkan. Tantangan yang realistis, tidak terlalu mudah tapi juga tidak terlalu susah, dengan peluang berhasil 50-50 (fifty-fifty), lebih disukai daripada tantangan yang bersifat spekulasi (gambling) meskipun hasilnya lebih besar. Tipe orang seperti ini mencari kesempatan-kesempatan di mana ia dapat memiliki tanggung jawab pribadi dalam menemukan jawaban terhadap masalah-masalah yang dihadapi. Ia selalu bergairah untuk bekerja lebih baik dan efisien dibanding sebelumnya.
Motif Berkuasa
Gejala sebaliknya terjadi pada orang yang tinggi dalam motif berkuasa, yakni lebih berorientasi pada hasil daripada proses. Bedakan dua ungkapan berikut: “Saya ingin menunjukkan kepada orang-orang bahwa saya seorang intelektual,” dan “Saya ingin agar orang-orang menyebut saya sebagai intelektual.” Ungkapan pertama menandakan motif berprestasi, ungkapan kedua menandakan motif berkuasa. Dalam kalimat pertama, tersirat juga keinginan untuk disebut intelektual. Tetapi hal itu ingin didapatkan setelah yang bersangkutan menunjukkan karya-karya yang membuat ia berhak disebut intelektual. Ungkapan kedua menunjukkan keinginan untuk disebut intelektual, tetapi tak diungkapkan bagaimana caranya. Pokoknya saya disebut intelektual, apapun caranya. Begitu kira-kira.
Motif kedua ini tampaknya cukup banyak dianut orang Indonesia. Kita mendengar ada pegawai yang membeli gelar akademik dari sebuah “universitas antah berantah” di luar negeri agar ia bisa naik jabatan dengan cepat. Ada juga politikus (dari nama “pekerjaannya” saja jelas mengharuskan yang bersangkutan punya motif berkuasa yang tinggi) yangujug-ujug punya titel “Dr.” (Doktor) di depan namanya, padahal dia tidak punya reputasi akademis sedikit pun, apalagi sampai bikin buku.Contohnya seperti dapat kita lihat pada nama seorang pemimpin partai Islam di negeri ini. Sindrom gilagelar ini bahkan menimpa pula beberapa kiyai yang seharusnya punya sikap tawadhu dan rendah hati.
Motif Berafiliasi
Tampaknya motif inilah yang paling banyak dimiliki orang Indonesia. Setiap hari raya‘idul fitri puluhan juta orang bergerak menyebar ke berbagai daerah di Indonesia untuk mudik melepas rindu dengan keluarga, sanak kerabat, dan para tetangga. Mereka rela menyisihkan pendapatan mereka sehari demi sehari agar pada saatnya cukup untuk mengongkosi perjalanan ke kampung halaman. Tingginya motif afiliasi orang Indonesia juga terartikulasi dalam filsafat hidupnya. Pepatah Jawa “mangan ora mangan ngumpul” atau ungkapan Sunda “riung mungpulung bongkok ngaronyok” menunjukkan hal itu.
McClelland tidak meneliti orang Indonesia. Tetapi, kata Jalaluddin Rakhmat, tampaknya orang Indonesia tidak jauh berbeda dengan tipikal orang Iran: tinggi dalamneed for power dan need for affiliationTipe bangsa seperti ini cenderung melahirkan sistem yang otoriter. Rakyatnya pun lebih senang diperintah oleh rezim yang totaliter. Oleh karena itu jangan heran kalau kini rakyat Indonesia bosan dengan pemerintahan Orde Reformasi dan mulai menunjukkan gejala-gejala terinfeksi penyakit SARS (Sangat Amat Rindu Soeharto).
Dalam konteks organisasi, umumnya anggota yang hanya tinggi dalam motif afiliasi tidak akan mencapai tingkatan puncak dalam struktur. Mereka hanya mengisi bagian bawah sebagai massa yang diperlukan saat ada pemilihan ketua umum, atau paling banter dilibatkan dalam kepanitiaan-kepanitiaan untuk kerja-kerja yang bersifat operasional lapangan. Mereka memang lebih membutuhkan suasana persahabatan dan kekeluargaan (kooperatif) daripada situasi kompetitif dan mereka sangat menghindari konflik.
Sebagai organisasi perkaderan, HMI jelas membutuhkan kader dengan motif berprestasi lebih tinggi dibanding motif lainnya. Motif berkuasa tetap diperlukan, namun dalam kadar yang sedang-sedang saja. Motif berafiliasi juga harus ada karena sebuah organisasi memerlukan sesuatu yang dapat mengikat anggota-anggotanya secara emosional. Ketiganya diperlukan dengan kadar yang berbeda-beda. Berorganisasi akan menjadi pengalaman yang menggairahkan denganneed for achievement; menjadi pengalaman yang seru dengan need for power; dan menjadi pengalaman yang indah dengan need for affiliation.
Hirarki Kebutuhan Maslow
Ketiga kebutuhan yang disebut McClelland di atas bukan merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi sebagai syarat pokok untuk hidup (kebutuhan dasar). Ketiganya merupakan kebutuhan tingkat tinggi atau need for growth(kebutuhan pertumbuhan). Jika dibandingkan dengan teori hirarki kebutuhan yang dikembangkan Abraham Maslow, tiga kebutuhan McClelland ini kiranya mirip dengan kebutuhan tingkat ketiga sampai kelima. Dalam teorinya, Maslow menyebut ada lima kebutuhan manusia. Dua yang pertama merupakan kebutuhan dasar, yakni kebutuhan fisiologis (seperti makan, minum, dan berhubungan seksual), dan kebutuhan akan rasa aman (misalnya pakaian dan tempat tinggal).
Tingkat ketiga adalah kebutuhan sosial, yakni kebutuhan akan rasa memiliki dan cinta. Manusia butuh berteman, berkeluarga, dan mempunyai identitas dalam suatu kelompok. Kebutuhan ini senada dengan need for affiliation dalam teori McClelland. Tingkat keempat adalah kebutuhan akan harga diri, bahwa setelah manusia hadir dalam kehidupan kelompok, ia ingin kehadirannya dihargai oleh orang-orang lain. Meski tidak persis, need for power-nya McClelland kiranya tak jauh berbeda dengan kebutuhan ini. Tingkat tertinggi adalah kebutuhan untuk beraktualisasi-diri. Di sini manusia mencurahkan segala potensi yang dimilikinya seoptimal mungkin sehingga ia dapat menjadi manusia yang berfungsi secara penuh. Kebutuhan ini analog denganNeed for achievement.
Dari perbandingan di atas tampak bahwa need for achievement atau kebutuhan berprestasi merupakan kebutuhan yang paling tinggi tingkatnya dibanding dua kebutuhan lainnya. Kebutuhan beraktualisasi-diri kategori Maslow hanya mungkin jika diisi oleh motif berprestasi yang tinggi. Oleh karena itu, sekali lagi, jika HMI ingin maju, rekrutlah kader-kader dengan motif berprestasiyang tinggi dan didiklah kader-kader yang ada untuk meningkatkan motivasi ini.
Insan Kamil
Saat membaca bab II dari NDP HMI (Pengertian-pengertian Dasar tentang Kemanusiaan), sesampainya di paragraf empat dan lima yang menerangkan tentang manusia sejati (insan kamil), saya tersenyum mendapatkan bahwa ciri-ciri insan kamil yang disebutkan di situ ternyata persis sama dengan ciri-ciri Maslow tentang orang yang telah mencapai tingkat aktualisasi-diri (lihat misalnya buku Duane Schultz, Psikologi Pertumbuhan, Jakarta: Kanisius, 1991). Saya kutipkan berikut ini paragraf empat secara lengkap dan kalimat pertama dari paragraf lima.
Manusia sejati (insan kamil) ialah yang kegiatan mental dan fisiknya merupakan suatu keseluruhan. Kerja jasmani dan kerja rohani bukanlah dua kenyataan yang terpisah. Malahan dia tidak mengenal perbedaan antara kerja dan kesenangan. Kerja baginya adalah kesenangan dan kesenangan ada dalam dan melalui kerja. Dia berkepribadian, merdeka, memiliki dirinya sendiri, menyatakan keluar corak perorangannya dan mengembangkan kepribadian dan wataknya secara harmonis. Dia tidak mengenal perbedaan antara kehidupan individual dan kehidupan komunal, tidak membedakan antara perorangan dan sebagai anggota masyarakat, hak dan kewajiban serta kegiatan-kegiatan untuk dirinya adalah juga sekaligus untuk sesama umat manusia. Baginya tidak ada pembagian dua (dikotomi) antara kegiatan-kegiatan rohani dan jasmani, pribadi dan masyarakat, agama dan politik ataupun dunia akhirat.
Kita tahu NDP disarikan dari al-Quran. Meski tidak menutup kemungkinan Cak Nur, sang perumus utama, mengutip dari teori Maslow, keterangan tentang insan kamil itu diikuti oleh ciri-ciri selanjutnya yang diambil dari al-Quran: “Kesemuanya dimanifestasikan dalam suatu kesatuan kerja yang tunggal pancaran niatnya, yaitu mencari kebaikan, keindahan dan kebenaran (al-Bayyinah: 5).Dia adalah seorang yang ikhlas, artinya seluruh amal perbuatannya benar-benar berasal dari dirinya sendiri dan merupakan pancaran langsung dari kecenderungannya yang suci dan murni (al-Baqarah: 207). Suatu pekerjaan dilakukan karena keyakinan akan nilai pekerjaan itu sendiri bagi kebaikan dan kebenaran, bukan karena hendak memperoleh tujuan lain yang nilainya lebih rendah (pamrih) (al-Insan: 8-9). Kerja yang ikhlas mengangkat nilai kemanusiaan pelakunya dan memberinya kebahagiaan (al-Baqarah: 263)… dst.
Saya tidak hendak mengritik Cak Nur dengan pembandingan ini. Saya hanya ingin menunjukkan bahwa orang yang hidupnya digerakkan oleh motif berprestasi (McClelland), dan motif aktualisasi-diri (Maslow), adalah sejalan dengan ciri-ciri insan kamildalam al-Quran.
Wallahu a’lam.
Catatan: Tulisan ini diambil dari buku Asep Sofyan, Mengislamkan HMI Meluruskan Niat dalam Berorganisasi (eLSAK, 2003).

Selasa, 21 Februari 2017

Cinta Kasih Persaudaraan

CINTA KASIH PERSAUDARAAN


Kebanyakan orang melihat masalah cinta ini pertama-tama sebagai masalah dicintai, lebih daripada itu masalah yang dicintai yaitu masalah kemampuan orang untuk mencinta, maka masalahnya bagi mereka ialah bagaimana supaya dicintai. Setiap oerang membutuhkan kebutuhan untuk mencinta dan dicintai.
Salah satu anugerah dari tuhan adalah cinta, ia ada di dalam setiap diri manusia, karena itu ia bersifat universal. Ia berkaitan dengan aspek terdalam pada diri manusia karena itu akal kita takkan mampu memahami hakikatnya dengan kata lain, cinta hanya untuk dirasakan bukan untuk dipikirkan. Sulit juga untuk dipungkiri bahwa cinta adalah salah satu kebutuhan hidup manusia. Dalam perjalanan hidup, manusia tidak akan pernah lepas dari yang namanya cinta. Cinta akan selalu ada dalam suatu dimensi yang manusia. Manusia diciptakan  dengan penuh cinta, dan tanpa cinta manusia tak akan lahir. Manusia diciptakan di jagad bumi untuk mengembangan cinta dari tuhan sebagai khalifah  di muka bumi..
Manusia merupakan makhluk sosial yang dalam kehidupannya tidak dapat hidup sendiri melainkan membutuhkan bantuan orang lain.dan cinta kasih itu adalah suatu perasaan yang dimiliki oleh semua manusia tanpa terkecuali yang dapat muncul dengan sendirinya baik itu kepada teman atau bahkan orang lain yang belum kita kenal sekalipun,oleh karna itu hubungan keduanya manusia dan cinta kasih memang sangat mempunyai keterkaitan.setiap manusia pasti mempunyai yang namanya rasa cinta kasih kepada sesamanya melalui perasaan yang di miliki oleh manusia, dan hal ini memang tidak bisa di pisahkan keduanya berjalan secara bersamaan,dan juga manusia harus mempunyai rasa cinta kasih terhadap siapapun tanpa terkecuali agar dapat tercipta kehidupan yang rukun dan damai satu dengan yang lainnya.
Cinta adalah curahan rasa peduli dari hati yang dimiliki setiap manusia terhadap apa yang membuat diri mereka nyaman terhadap sesama manusia dan mahluk lainnya. Cinta itu timbul karena adanya ketertarikan antara satu sama lain. Sedangkan kasih adalah rasa sayang terhadap sesama. jadi cinta kasih adalah rasa kepedulian manusia terhadap sesamanya maupun mahluk lain sehingga menimbulkan rasa kasih sayang.
Sedangkan Cinta Kasih adalah perasaan yang terdapat pada manusia yang meliputi rasa senang, sayang, suka, ataupun belas kasihan terhadap seseorang. Setiap manusia pasti memiliki rasa cinta kasih, karena memang sudah takdirnya dan merupakan kodrat manusia untuk saling menyayangi. Dan atas dasar itu, manusia dapat mempertahankan keturunannya.
Cinta kasih tidak hanya sekedar cinta belaka, akan tetapi cinta kasih itu timbul dari lubuk hati manusia yang sifatnya kekal dan tak akan pernah berubah. Dengan cinta kasih ini, manusia akan selalu berbahagia dan menderita di dalam hidupnya. Cinta sebagai keperluan fundemantal memang tidak mudah diterangkan atau didefenisikan. Selain itu juga manusia dan cinta kasih merupakan dua hal yang sangat penting terutama cinta kasih. Apa jadinya klo didunia ini tidak ada yang namanya Cinta kasih??. Tentu dunia ini akan penuh dengan individualisme,yang dimana hidup sendiri-sendiri, mengurus urasan masing-masing tidak memperdulikan lingkungan yang disekitarnya. Hal ini memang seharusnya dicegah oleh kita agar tidak terjadi dalam kehidupan manusia agar hal seperti di atas tadi tidak terjadi dan menjadi nyata.
Tetapi, menyatakan cinta adalah suatu orientasi yang menunjukan pada segalanya dan bukan kepada salah satu hal saja. Hal itu berarti tidak ada perbedaan diantara tipe-tipe cinta yang berdasarkan objek. Adapun tipe-tipe cinta adalah :
A.    Cinta Persaudaraan
Persaudaraan adalah cinta diantara sesama, tetapi sungguh baik jika kita sebagai sesame tidak selalu “sama” sejauh kita bersifatmanusiawi, kita ini semua membutuhkan bantuan orang.
B.     Cinta Keibuan
Adalah penguatan tanpa syarat terhadap hidup dan kebutuhan anak. Penguatan hidup anak mempunyai 2 segi, yang pertama adalah perhatian dan yang kedua adalah tanggung jawab yang mutlak perlu demi perkembangan hidup anak dan pertumbuhannya.
C.     Cinta terhadap Allah
Orang yang beriman, dengan aqidahnya ia dapat menembus rahasia alam, sehingga ia mencintai Allah pemberi kehidupan, sumber segala yang ada, sumber pertolongan dan bantuan. Ia akan mencintai Allah seperti cinta seseorang pada keindahan, ia telah melihat jejak ciptaannya di alam yang kokoh ini. "Dia-lah dzat yang telah memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan." (QS. As-Sajdah: 7)
mencintai Allah karena  manusia mencintai kesempurnaan. Pada hakekatnya tiada kesempurnaan selain kesempurnaan Allah SWT, mencintai Allah karena ia mencintai perbuatan baik. Jiwa manusia mempunyai watak mencintai orang yang berbuat baik padanya. Lantas perbuatan baik manakah yang dapat menyamai perbuatan Dzat yang telah menciptakannya dari tiada, dan menjadikannya sosok manusia yang sempurna? Lebih dari itu lagi, Allah telah menundukkan semesta alam ini hanya untuk manusia. "Apakah kalian tidak melihat bahwa Allah telah menundukkan untuk kalian apa saja yang ada di langit dan di bumi." (QS. Luqman: 20) .
Karenanya cintanya kepada Allah, mestinya melebihi cinta seorang manusia kepada kedua orangtuanya, bahkan melebihi cinta kepada istri, anak dan dirinya sendiri. Ia mencintai segala sesuatu yang datang dari hatinya dan segala sesuatu yang dicintai Allah. Ia mencintai kitabnya yang diturunkan untuk melepaskannya dari dari kegelapan menuju terang benderang, mencintai nabinya yang diutus sebagai rahmat kepada alam semesta, mencintai setiap manusia pelaku kebaikan dan perdamaian. Ia berdo'a seperti do'a Rasulullah SAW, "Ya Allah, berilah aku karunia mencintai-Mu dan mencintai orang-orang yang Kau cintai, dan jadikanlah cintamu itu lebih aku sukai daripada air yang dingin."
D.    Cinta hidup dan kematian
Seorang mu'min mencintai hidup seperti ia mencintai alam. Kehidupan bukanlah penjara yang harus dijauhi, akan tetapi merupakan missi yang harus dilaksanakan dan nikmat yang harus disyukuri. "Janganlah salah seorang dari kalian mengharapkan mati dan memohonnya sebelum datang kepadanya, karena sesungguhnya bila ia mati terputus amalnya dan bertambah umur seorang mukmin bertambah kebaikannya." (HR. Muslim). Orang mukmin mencintai hidup karena dengannya ia dapat menegakkan hak Allah di bumi, dan iapun mencintai mati karena dengan kematianlah ia dapat dengan segera menemui Tuhannya. "Barangsiapa mencintai bertemu dengan Allah, maka Allahpun mencintai bertemu dengannya." (HR. Bukhari-Muslim).
E.     Cinta diri sendiri
Freud beranggapan bahwa cinta adalah manifestasi nafsu sexual yang diarahkan kepada orang lain, diarahkan pada dirinya sendiri atau cinta diri. Berpegang bahwa pribadi yang mementingkan diri itu bersifat “narsisistis”, seolah-olah ia telah menarik cintanya dari orang lain dan mengalihkan nya pada diri sendiri.

Dalam kasus cinta persaudaraan ada kasus tentang seorang adik yang memiliki kakak yang keterbelakangan mental ( down syndrome ) ia memanggil kakaknya  dengan sebutan nama “loe”, yang berbeda dengan masa-masa kebelakang yang dimana setiap adik atau orang yang lebih muda memanggil ke orang lebih tua dengan sopan. Dan berani membentak ibunya. Ini adalah contoh kasusnya :
Ada gadis remaja yang bernama Angel yang berusia 15 tahun ,ia memiliki seorang kakak yang tidak normal atau bisa dibilang keterbelakangan mental ( cacat ) nama penyakitnya adalah down syndrome. Angel memanggil kakaknya dengan sebutan loe karena dia tidak bisa menerima keadaan kakaknya yang cacat atau down syndrome penyakit yang membuat pikiran nya walau sudah berusia 18 tahun tetapi berpola pikir mundur 10 tahun. Secara matematika , hendra yaitu nama kakaknya seperti anak yang baru berusia 8 tahun. Walaupun angel begitu malu memiliki kakak yang cacat dan sangat-sangat membencinya, namun sang kakak tidak pernah membenci angel sekecil apapun , Hendra tidak pernah bersedih hati, ia tetap setia memberikan kasih sayang seorang kakak terhadap adiknya.. contoh : ia setiap pagi selalu mengantarkan susu dan makan ke kamarnya angel,meskipun iya sudah dibentak-bentak angel untuk tidak menggangunya dan diusir dari kamar angel, ia selalu menabung untuk memberikan hadiah ulang tahun Angel,sebaliknya Angel tidak pernah memberikan hadiah ulang tahun untuk kakak nya. Ia lebih mementingkan memberikan hadiah ulang tahun untuk teman dekatnya ( pacar ) dan uang nya itu hasil dari pemberian si hendra.
Ada suatu kejadian yang membuat Angel Sadar bahwa Hendra adalah kakak segalanya di dalam keterbatasan yang hendra miliki, dia mungkin bukanlah kakak yang sempurna tapi dia adalah kakak yang terbaik yang diciptakan tuhan untuk ada disampingnya sebagai malaikat yang menjaga, mencintai bahkan menyelamatkan hidupnya. Suatu ketika Angel mengalami kecelakaan dimana tidak ada seorang pun yang mampu menyelamatkan nyawanya selain hendra. Demi cintanya kepada sang adik, Hendra rela berkorban apapun termasuk nyawanya sendiri untuk Angel dan akhirnya Angel menyadari dan menyesali bahwa selama ini dia terlalu jahat terhadap kakaknya.
Jadi kita sesama saudara tidak boleh saling membenci bagaimanapun keadaan atau fisik saudara kita, Karena merekalah yang akan rela mempertaruhkan nyawanya demi saudara nya sendiri dan merekalah orang yang tulus mencintai kita.
Cinta Kasih Persaudaraan

 SUMBER :
http://mirzaanggaraputri.blogspot.com/2010/10/hubungan-manusia-dan-cinta-kasih.html
http://fhnbarock.blogspot.com/2012/04/hubungan-manusia-dengan-cinta-kasih.html
http://vitopatresi.blogspot.com/2011/03/hubungan-manusia-dan-cinta-kasih.html
Mustopo, M.H,1983, Ilmu Budaya dasar Kumpulan Essay-Manusia dan Budaya, Surabaya  : Usaha Nasional7

Perjuangan ini untuk siapa?

Menggugat Kehebatan Belum Pasti

Ketika semua merasa benar lalu siapa yang salah seakan kita merasa benar hanya pada prinsip kita yang belum tentu mengarah pada hakikat kebenarannya.

Seakan kata menjadi senjata untuk saling menjatuhkan sesama saudara entah ini salah siapa? Haruskah kecemburuan itu menjadi tirai?

Tuding menuding antara si pengkhianat dan si pembudak, entah siapa yang dikhianati padahal satu rumah yang itu rumah tak punya salah akhirnya menjadi korban,

Oh rumah kita bersama jika aku jadi kamu aku akan pergi dan menjauh dari mereka yang telah melupakan hakikat keberadaanmu.

Hanya keyakinan dan ikhtiar ini bahwa tiada keabadian yang hakiki selain keikhlasan dalam berjuang dalam nilai-nilai kebenaran.
Perjuangan ini untuk siapa?

Sekum HMI Pohuwato Ajak Kader Bersatu Dan Tetap Fokus Pada Tujuan

Panua Independent (Pohuwato) - Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pohuwato Herman berharap seluruh anggotanya kembali bersatu setelah sempat ada perbedaan pendapat dalam pemilihan
calon gubernur gorontalo beberapa waktu lalu.

"Masa pemilihan Gubernur  dan wakil Gubernur Gorontalo  kini telah berlalu, sangat penting artinya para kader untuk kembali menjalin silaturahmi," katanya.
   
Menurut dia, persatuan dan kesatuan menjadi pokok terpenting yang mesti dipegang oleh semua elit politik. Sebab, tanpa persatuan serta kedewasaan berpolitik Indonesia sulit menemukan harmoni untuk  membangun bangsa Indonesia kedepan yang lebih baik.
   
Mengembalikan kebersamaan bagi seluruh anggota dan pengurus, HMI juga telah menggelar  silaturahmi, sehingga para alumni dan kader-kader HMI dapat kembali ketujuan berorganisasi dan yaitu terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur.
   
"Pandangan politik kita boleh berbeda, namun di HMI kita tetap satu keluarga", katanya
     
Mengingatkan kembali pentingnya persatuan, tambah dia, pada acara tersebut mengangkat tema "HMI sebagai kader umat kader bangsa, satu tak terbagi,". Dengan tema tersebut diharapkan, seluruh anggota yang awalnya terpecah akibat saling dukung calon satu dengan yang lainnya, kembali bersatu mencapai  tujuan bersama. (22/02)
    
Dihrapkan, pengalaman-pengalaman selama bergabung di HMI mampu mempertegas wawasan keislaman serta
pentingnya persatuan dan kesatuan antar kader dan seluruh alumni HMI untuk kemajuan bangsa ini.
   
Acara pertemuan doa bersama dan diskusi kecil  HMI di Sekretariat HMI-KAHMI Pohuwato juga dihadiri kader HMI dan Alumni HMI Pohuwato.
Sekum HMI Pohuwato Ajak Kader Bersatu Dan Tetap Fokus Pada Tujuan

INFO KAJIAN : Kamis 23/02 ini Mengupas Tuntas Sensasi Ber-HMI

Bismillahirrohmannirrohim
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Salam HIjau Hitam
Salam Budaya Kajian
Lampiaskan Napsu menuntut ilmu dikampus hijau hitam

Disampaikan kepada Seluruh Kader Hijau Hitam Pohuwato tanpa ada pengecualian agar kiranya dapat ikut serta pada kajian dengan tema " Sensasi Ber-HMI" oleh Sang Motivator  Kanda Gustan Goma. Insya Allah akan dilaksanakan pada : Kamis, 23.Februarui 2017
Waktu : Pukul 20.00 Wita s/d Selesai
Tempat : Sekretariat Bersama HMI-KAHMI Pohuwato.
Demikian diharapkan kehadirannya.
Billahitaufik Walhidayah
Ttd.
Bidang Pemberdayaan Umat HMI Cabang Pohuwato

"Banyak Kajian Banyak Dapat Ilmunya, Ngga Kajian Ngga Keren Jadi Kader Hijau Hitam"
INFO KAJIAN : Kamis 23/02 ini Mengupas Tuntas Sensasi Ber-HMI



Kamis, 16 Februari 2017

WASEKUM PU HMI POHUWATO : Harap MUSDA KNPI Pohuwato Segera Dilaksanakan

PanuaIndendent.com - Musyawarah Daerah (MUSDA KNPI' Kabupaten Pohuwato Harus segera dilaksanakan untuk mengefisienkan waktu dan juga dipandang tidak terindikasi mengulur-ulur waktu Kendati masa jabatan Dewan Perwakilan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Pohuwao sudah berakhir beberapa bulan lalu, namun sejauh ini belum ada tada-tanda dilakukan Musda.

Hal ini mulai muncul gejolak dari kalangan Organisasi Kepemudaan (OKP), maupun para tokoh pemuda di Kabupaten Pohuwato yang berjulu Bumi Panua ini, Mereka mendesak agar segerah dilaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) pemilihan ketua baru. Hal ini disampaikan salah seorang  pemuda Randangan  Santo Ali Kamis (09/02) kepada Awak Media ini

Santo Ali yang akrab disapa  Santo ini mengungkapkan, Musda tersebut penting agar roda organisasi yang selama ini vacum kembali bergerak.

"Besar harapan kita dan sejumlah OKP di Pohuwato ini, agar Musda sesegera mungkin dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang mengacu kepada AD/ART KNPI, supaya bisa memililih ketua KNPI yang baru dan benar-benar mampu menjawab persoalan-persoalan pemuda di Kabupaten Pohuwato ke depan," tegas Santo  yang aktif  sebagai Wakil Sekretaris Umum Bidang Pembinaan Umat di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pohuwato

Santo menilai sejauh ini OKP dan juga KNPI lebih banyak tersita per­hatiannya oleh konflik internal organisasi ketimbang menjalankan apa yang di cita-citakan melalui program kerja.

"Padahal harapan OKP, KNPI menjadi wadah tempat mengasah kemampuan para calon pe­mimpin bangsa masa depan. KNPI secara nasional telah melahirkan banyak tokoh dan beberapa di antaranya juga menjadi menteri, kepala daerah, anggota legislatif hingga pengusaha sukses," ujarnya. [PI]