Menggugat Kehebatan Belum Pasti
Ketika semua merasa benar lalu siapa yang salah seakan kita merasa benar hanya pada prinsip kita yang belum tentu mengarah pada hakikat kebenarannya.
Seakan kata menjadi senjata untuk saling menjatuhkan sesama saudara entah ini salah siapa? Haruskah kecemburuan itu menjadi tirai?
Seakan kata menjadi senjata untuk saling menjatuhkan sesama saudara entah ini salah siapa? Haruskah kecemburuan itu menjadi tirai?
Tuding menuding antara si pengkhianat dan si pembudak, entah siapa yang dikhianati padahal satu rumah yang itu rumah tak punya salah akhirnya menjadi korban,
Oh rumah kita bersama jika aku jadi kamu aku akan pergi dan menjauh dari mereka yang telah melupakan hakikat keberadaanmu.
Hanya keyakinan dan ikhtiar ini bahwa tiada keabadian yang hakiki selain keikhlasan dalam berjuang dalam nilai-nilai kebenaran.
Perjuangan ini untuk siapa?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar